Berkah Dari Langit (bagian 1) – Aksi212

Berkah Dari Langit (bagian 1) – Aksi212

15259623_1064499453662261_8931268265498493637_o

Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Carilah doa yang mustajab dalam 3 kondisi/waktu, (1) ketika dua pasukan telah berhadapan( dalam jihad syar’i), (2) menjelang dilaksanakannya sholat wajib, antara adzan dan iqomat, (3) ketika hujan turun.” (HR Imam syafi’I dalam kitab al Umm )

Comuter line berangkat dari stasiun Daru tepat pk 6.00. Melihat dari pakaian dan atribut yang dipakai, sebagain besar penumpang peserta aksi super damai 212. Aku dan beberapa teman juga punya tujuan yang sama, bela Al-Qur’an. Hal yang sulit dimengerti bagi yang tidak mengimani Al-Qur’an. Juga hal yang sulit dipahami bagi yang mengimani Al Qur’an tapi jarang atau bahkan tidak bisa membaca Al Qur’an. Bagi yang mengimani dan membaca, mengamalkan Al Qur’an juga ada yang tidak setuju pada aksi bela Al-Qur’an, setidaknya itu yang terucap dan terdengar. Tapi aku yakin dari lubuk hatinya yang paling dalam higga sulit kita meyelaminya, mereka juga perasaan yang sama. Cuma karena ada beberapa latar belakang yang menyebabkan mereka mengucapkan hal yang berbeda. Tidak apalah. Itu hak masing-masing individu saja.

Kereta commuter line yang aku tumpangi sudah penuh sesak. Tidak dapat menerima penumpang lagi. Dari staisun Cisauk sampai Pondok Ranji banyak peserta aksi memenuhi stasiun menunggu kereta berikutnya.

Stasiun Tanah Abang ramai oleh suara takbir dan shalawat dari peserta aksi yang berjalan tertib menuju pintu keluar stasiun. Kami mapir dulu di mushola depo ( bengkel ) kereta. Sudah ada beberapa peserta aksi melaksanakan sholat duha. Setelah kami melaksanakan sholat duha, kami siap berbaur dengan peserta aksi lainnya.

Di luar stasiun. Jalanan sudah ramai oleh peserta aksi berjalan kaki padat merayap. Bendera merah putih dan bendera tauhid ramai berkibar. Sepanjang perjalanan tidak nampak satu pun aparat. Beberapa peserta aksi mengatur lalu lintas, memberi jalan beberapa kendaraan pribadi yang terjebak dalam keramaian para peserta aksi yang berjalan kaki memenuhi hampir tiga perempat jalan.

Sepanjang perjalanan bersahut-sahutan suara takbir dan sholawat. Tidak terdengar ada suara yang serak. Di sepanjang jalan para relawan menawarkan berbagai makanan dan minuman. Tidak ada peserta aksi yang berebutan. Jika merasa sudah cukup bekal, mereka memberi kesempatan pada yang tidak membawa bekal. Melihat fakta ini masihkah ada yang mau menuduh peserta aksi datang demi nasi kotak?

Beberapa meter menjelang patung kuda, terdengar “maulid diba” dibacakan dari panggung utama. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke patung kuda. Ternyata sudah banyak yang menggelar sajadah. Ada yang membaca Al qur’an, ada yang bershalawat. Kami susah payah mencari tempat untuk menggelar sajadah

Dari pengeras suara terdengar suara ust. Bahtiar Nasir mempersilakan Kapolri untuk sambutan, terdengar suara massa yang protes, termasuk yang sudah duduk di sekitar patung kuda dan jalanan samping BI. Barangkali peserta aksi masih ada rasa kecewa akibat intimidasi aparat di beberapa daerah yang melarang perusahaan bus mengangkut peserta aksi yang menyebabkan para santri Ciamis nekad berjalan kaki

Terdengar suara ust. Bahtiar Nasir mengambil alih suasana agar para peserta aksi mendengarkan sambutan Pak Kapolri. Walaupun relatif lebih tenang, sebagaian peserta aksi yang berada di sepanjang pantng kuda hingga bawah jembatan bus way BI, yang memang jauh dari panggung utama, ber”huuuu” setiap akhir kalimat Kapolri. Barangkali memang tidak terdengar sampai ke panggung utama. Entahlah. Tapi saya harus angkat topi pada mental baja Pak Kapolri ( La iya lah kalau nggak bermental baja, masa bisa jadi Kapolri ) yang tidak terganggu oleh suara suara itu. Nampak dari nada suaranya yang tetap tenang, stabil dan yakin seperti biasa.

Kami masih terus mencari tempat untuk menggelar sajadah, melewati peserta aksi yang sudah duduk di atas sajadahnya masing-masing. Terdengar suara entah siapa memanggil santri Ciamis. Tanpa dikomando spontan para peserta aksi berdiri bertepuk tangan lalu disusul dengan gema takbir berkali-kali.

Saat ust. Arifin Ilham membaca dzikir, kami menemukan tempat yang cukup untuk kami menggelar sajadah di jalur busway tidak jauh dari pemberhentian busway BI. Sementara di trotoar pingggir pagar BI para peserta aksi berjalan merayap menuju arah jalan Thamrin mencari tempat.

Kurang lebih satu setengah jam kemudian, saat AA Gym taushiyah, peserta aksi yang merayap sepanjang pagar BI belum juga berkurang, seolah barisan yang tidak ada ujungnya.
Udara mulai panas. Pantulan matahari di aspal cukup membuat wajah terasa panas. Sesekali gerimis tipis yang terbawa angin sedikit menolong. Sebenarnya aku memenuhi anjuran ust. Zaitun yang mengimbau agar peserta aksi membawa payung kecil atau jas hujan. Tapi aku melihat ke sekeliling, tidak ada yang melindungi sengatan matahari dengan payung. Bukan hanya pria, wanita juga membiarkan matahari menjalankan tugasnya. Aku biarkan saja payung tetap dalam tas.

Beberapa saat jelang sholat jum’at, hujan turun.Tidak ada satu pun yang bergeser dari tempat duduknya. Sebagian jamaah berdiri mengulurkan kedua tangannnya ke arah langit sambil mengucapkan takbir berkali-kali. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Lalu disusul dengan tahlil, La ilaha illallah berkali kali sambil mengacungkan telunjuknya ke arah langit. Tentu bukan maksud agar hujan berhenti, tapi sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Sebenarnya sudah masuk waktu sholat , tapi belum juga terdengar adzan. Belakangan baru aku ketahui, di panggung utama kedatangan tamu istimewa. Pak Presiden beserta rombongan. Beberapa wanita memakai payung. Banyak juga yang membiarkan hujan membasahi tubuhnya. Sepanjang jalan jarang payung terkembang. Walaupun aku membawa jas hujan, tapi ada yang lebih penting untuk diselamatkan, beberapa hape dalam tas. Kami bukanlah orang yang bisa membeli hape kapan saja kami mau.

( BERSAMBUNG KE BAGIAN 2 )

Sumber: Laman Facebook Balya Nur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s