Belajar Tawakal Dari Bocah Peserta Aksi 212

Belajar Tawakal Dari Bocah Peserta Aksi 212

Belajar Tawakal Dari Bocah 
Kemarin sore seperti biasa aku naik angkot menuju suatu tempat. Tidak berapa lama naik seorang bocah memakai baju gamis putih, celana putih dan sorban putih yang besar melilit di lehernya. Dari ukuran badannya aku menggira bocah itu kelas 3 atau. Ia duduk di pinggiran pintu angkot depanku. 
Melihat tampilannya yang menarik, timbul rasa ingin tahuku. 

Q : “Kamu dari mana nak?” Sambil mencolek .

B : “Dari monas bu” ia menegok sebentar ke arahku dan menatap Bobo kembali ke depan. 

Q : “Hebat.. Kamu ikut DOA bersama ya. Sekarang mau ke mana?” 

B : “Mau naik kereta di klender baru?” 

Q : “Memang mau kemana naik kereta?” 

B : “Mau ke bekasi”. 

Q : ” Oh rumah nya di bekasi” 

B : “Bukan ” dia mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya padaku. 

Q : “Hah .. Cimahi? Kamu mau pulang ke Cimahi ?”. Aku tertegun membaca kertas kecil itu. 

B : ” iya” dengan wajah tenang bocah ITU menganguk. 

Q : ” kamu ke monas sama siapa ? Kok sekarang pulang sendiri ? Kamu tau naik apa ke Cimahi ? Kamu tertingal rombangan jadi kamu sendirian” dan pertanyaan beruntun keluar dari “paniker” sepertiku. Mungkin bocah itupun bingung menjawabnya.

B : “saya sendiri” dengan tenang. Aku makin kaget. 

Q : “sendiri?” Aku semakin kaget dan takjub dengan bocah di depanku. Ia begitu runut menceritakan kendaraan apa saja yg akan ia naiki untuk menuju Cimahi. Bocah itu begitu berani dan tenang. Bahkan ketika aku tawari untuk aku antar dan mampir sejenak ke tempat tujuanku dgn santunnya bocah itu menolak. Aku memberikan sedikit bekal perjalananya dan ia pun menjawab “Jazakumullah khairan katsiron”. 
MasyaAllah … Begitu tawakal bocah itu pada keyakinannya untuk membela Allah. Ia berani melakukannya sendiri dgn keyakinan bahwa Allah pun akan menolongnya. 4 jempolku untukmu … Hebat kamu sayang…

Ditulis Oleh Ernae Lovie

———————

​ketika keimanan telah tertanam, tiada rasa takut kecuali kepada Allah Jalla Jalalah. mungkin seorang yang mengagungkan keilmuannya tanpa didasari iman, akan berkata itu suatu kebodohan. 
bodoh orang tuanya membiarkan anaknya yang masih sd mengikuti aksi 212 di monas yang sangat jauh dr rumah…

bodoh bocah itu mengikuti aksi 212 tanpa ada yang mendampinginya… 

tapi LIHAT ANAK INI yang berangkat dr cimahi k monas TANPA RASA TAKUT, itu karena KEIMANAN dan itu bukan tindakan bodoh DIA TAHU APA YANG DIA PERJUANGKAN dan DIA SUDAH MEMPERSIAPKAN semua itu. dia sudah tahu arah tujuannya dan trayek apa yang dia akan tempuh.

#KeimananBukanKebodohan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s